Semua Panduan Cara
Fardh Kifayah

Cara Sholat Jenazah

5 min6 steps

Sholat jenazah adalah sholat pemakaman Islam, dilaksanakan hanya berdiri, tanpa ruku atau sujud, dan terdiri dari empat takbir. Ini adalah fardhu kifayah — kewajiban kolektif yang, jika dilakukan oleh sebagian Muslim yang hadir, dianggap terpenuhi atas nama seluruh komunitas. Nabi (semoga damai atasnya) menekankan pahalanya yang besar.

Referensi Hadis

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ: وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟ قَالَ: مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ.

Barangsiapa menghadiri prosesi jenazah sampai sholat jenazah ditunaikan akan mendapat pahala satu qirath, dan barangsiapa menghadiri sampai pemakaman akan mendapat dua qirath. Ditanyakan, 'Apa dua qirath itu?' Beliau menjawab, 'Seperti dua gunung besar.'

Diriwayatkan olehAbu HurairahSumberShahih Bukhari & Muslim · Sahih Bukhari 1325, Sahih Muslim 945
  1. Step 1Berdiri menghadap kiblat dengan jenazah di depan

    Jenazah ditempatkan di depan imam, menghadap kiblat. Imam berdiri sejajar dengan dada laki-laki atau bagian tengah perempuan. Berniatlah untuk sholat jenazah atas Muslim yang meninggal ini.

  2. Step 2Takbir pertama: bacalah Surat Al-Fatihah

    Angkat tangan, ucapkan Allahu Akbar, dan letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada. Kemudian baca Surat Al-Fatihah dalam hati.

    Arab

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.

    Latin

    Alhamdu lillahi rabbil-alamin, ar-Rahman ar-Rahim, Maliki yawmid-din, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, ihdinas-siratal-mustaqim, siratal-ladhina an'amta alayhim ghayril-maghdubi alayhim wa lad-dallin.

    Catatan

    Beberapa ulama membolehkan surat pendek setelah Al-Fatihah; mazhab Syafi'i dan Hanbali menganggap Al-Fatihah cukup dan ini adalah praktik dominan.

  3. Step 3Takbir kedua: kirim shalawat kepada Nabi

    Ucapkan Allahu Akbar (tanpa mengangkat tangan, di beberapa mazhab) dan baca Shalawat Ibrahimiyyah — durood yang sama yang Anda baca di tasyahud.

    Arab

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

    Latin

    Allahumma salli ala Muhammadin wa ala ali Muhammadin kama sallayta ala Ibrahima wa ala ali Ibrahima innaka Hamidun Majid. Allahumma barik ala Muhammadin wa ala ali Muhammadin kama barakta ala Ibrahima wa ala ali Ibrahima innaka Hamidun Majid.

  4. Step 4Takbir ketiga: doa untuk jenazah

    Ucapkan Allahu Akbar dan baca doa nabi untuk jenazah memohon kepada Allah ampunan, rahmat, dan tempat yang lebih baik di akhirat. Jika jenazah perempuan, ganti kata ganti maskulin dengan feminin.

    Arab

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

    Latin

    Allahumma-ghfir lahu warhamhu, wa afihi wa'fu anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wath-thalji wal-barad, wa naqqihi min al-khataya kama yunaqqath-thawbul-abyadu min ad-danas, wa abdilhu daran khayran min darihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannah, wa a'idhhu min adhabil-qabri wa min adhabin-nar.

  5. Step 5Takbir keempat: jeda dan doa untuk diri sendiri dan semua mukmin

    Ucapkan Allahu Akbar dan jeda sebentar. Anda dapat membaca doa singkat untuk diri sendiri dan orang-orang mukmin, seperti 'Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba'dahu wa-ghfir lana wa lahu' (Ya Allah, jangan halangi kami dari pahalanya, jangan uji kami sepeninggalnya, dan ampuni kami dan dia).

  6. Step 6Akhiri dengan satu atau dua salam

    Putar kepala ke kanan dan ucapkan 'Assalamu alaikum wa rahmatullah'. Beberapa ulama menganggap hanya salam ke kanan yang diperlukan; yang lain menetapkan kedua kanan dan kiri.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Melakukan ruku atau sujud — sholat jenazah tidak memilikinya; ini adalah sholat berdiri saja.

  • Membaca dengan suara keras. Bacaannya pelan, bahkan dalam berjamaah.

  • Lupa mengganti kata ganti saat sholat untuk jenazah perempuan.

  • Sholat jenazah tanpa wudhu. Seperti sholat lainnya, memerlukan kesucian ritual.

  • Melewatkan sholat jenazah untuk Muslim yang meninggal. Dosa komunitas tetap ada sampai setidaknya satu orang melakukannya.

Bacaan Terkait