Cara Sholat Istikhara
Sholat istikhara adalah sholat dua rakaat yang Nabi (semoga damai atasnya) ajarkan kepada para sahabatnya untuk memohon petunjuk Allah dalam setiap keputusan, baik besar maupun kecil. Setelah dua rakaat, dibacakan doa khusus yang menyebut perkara yang sedang diputuskan, kemudian melanjutkan dengan apa yang terasa terbuka dan tenang setelahnya.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ.
“Rasulullah (semoga damai atasnya) mengajarkan kami sholat istikhara untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an.”
Step 1Buat niat yang jelas untuk perkara tersebut
Tentukan perkara spesifik yang ingin Anda mohonkan petunjuk (pernikahan, pekerjaan, perjalanan, pembelian). Istikhara untuk perkara mubah yang Anda memiliki pilihan nyata — bukan untuk hal yang sudah pasti wajib atau haram.
Catatan
Istikhara bukan permintaan mimpi. Itu permintaan kepada Allah agar memudahkan jalan terbaik dan menyulitkan jalan yang lebih buruk.
Step 2Berwudhu
Lakukan wudhu lengkap sebelum berdiri sholat. Jika Anda perlu mengingat langkah-langkahnya, lihat panduan wudhu kami.
Step 3Sholat dua rakaat di luar sholat wajib
Dua rakaat ini harus sholat sunnah (nafl) — bukan sholat fardhu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, atau Isya. Anda dapat sholat istikhara kapan saja kecuali tiga waktu yang dilarang (setelah Subuh sampai matahari terbit, saat matahari di atas kepala, dan setelah Ashar sampai matahari terbenam).
Step 4Setelah salam terakhir, angkat tangan untuk berdoa
Setelah menyelesaikan dua rakaat dan memberikan salam penutup, angkat tangan dan pujilah Allah serta kirim salam kepada Nabi (semoga damai atasnya) sebelum membaca doa istikhara.
Step 5Bacalah doa istikhara
Bacalah doa nabi secara lengkap. Ketika Anda mencapai kata 'perkara ini', sebutkan keputusan spesifik yang ingin Anda mohonkan petunjuk, baik dalam hati maupun dengan suara.
Arabاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Latin
Allahumma inni astakhiruka bi-ilmika, wa astaqdiruka bi-qudratika, wa as'aluka min fadlika al-azim, fa-innaka taqdiru wa la aqdiru, wa ta'lamu wa la a'lamu, wa Anta allamul-ghuyub. Allahumma in kunta ta'lamu anna hadhal-amra (mention your matter) khayrun li fi dini wa ma'ashi wa 'aqibati amri faqdurhu li wa yassirhu li thumma barik li fihi. Wa in kunta ta'lamu anna hadhal-amra sharrun li fi dini wa ma'ashi wa 'aqibati amri fasrifhu 'anni wasrifni 'anhu waqdur liyal-khayra haythu kana thumma ardini bihi.
Step 6Lanjutkan perkara dengan tawakal kepada Allah
Setelah doa, lanjutkan dengan pilihan mana pun yang tampak baik. Jika Allah telah menetapkannya yang terbaik bagi Anda, Dia akan memudahkan dan memberkahinya. Jika berbahaya, Dia akan menjauhkannya dari Anda dan Anda darinya. Tidak perlu menunggu mimpi atau tanda — jawabannya ada pada bagaimana perkara itu berkembang.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Menunggu mimpi sebelum bertindak. Hadis menjanjikan kemudahan atau kesulitan, bukan visi.
Sholat istikhara di salah satu waktu yang dilarang (setelah Subuh, saat matahari di puncak, setelah Ashar).
Mengganti sholat wajib (seperti fardhu Subuh) dengan dua rakaat — keduanya harus rakaat sunnah tambahan.
Membaca doa sebelum salam. Nabi (semoga damai atasnya) berdoa setelah menyelesaikan sholat.
Mengulang istikhara secara obsesif untuk keputusan yang sama. Sekali sudah cukup; bertindaklah pada apa yang menjadi jelas.

